Sebuah Mimpi yang Membuat Hilang Nikmat tidur

Ini adalah nyata dan bukan cerita karangan seperti biasa, yuuk simakin ..

Nikmat Tidurku Berubah Karena Mimpiku

Aku Fitri (samara), aku suka tidur. Tidur seperti apa ?? ya tidur seperti biasa yang memejamkan mata dan nantinya akan datang sebuah cerita dalam tidur kita, mimpi namanya. Mungkin dari para readers ada juga yang suka tidur ya. Enakan tidur yah hehe.
Ngomongin tidur ni, saking sukanya kalo di kalkulasikan dari sehari yang 24 jam kurang lebih 15 jam bisa di isi dengan tidur aja. Tapi ya gak langsung 15 jam tidur gitu, ada jangkanya misalnya dimulai dari tidur malam, tidur siang, tidur pagi, dan tidur sore, kebayangkan ya pemalasnya hhe. Tapi aku bukan tipe orang pemalas kok hanya saja terkadang merasa sedikit malas hhe. Kalo ditanya kok kamu tidur terus apa gak bosen ? aku pasti jawab ya enggak dong tidur itu nikmat soalnya.
Menurut aku tidur adalah zona ternyaman, tidur adalah sesuatu yang nikmat dan menyenangkan, dan dalam hidup ini yang paling nikmat adalah tidur. Kenapa ? karena didalam tidurku setelah terbangun bisa lupa akan masalah bahkan semua yang terjadi di waktu sebelumnya. Itulah mungkin aku jadi sangat pelupa kali ya ?.

Oke sekarang kita masuk kedalam inti cerita dari judul tulisan ini “kejadian saat itu mengubah nikmat tidurku”. Kira- kira terbanyangkah kamu apa yang membuatku menjadi tidak terlalu suka tidur lagi ? bahkan tidur malampun enggan.
Jadi ketika itu, disaat aku masih dalam kesenangan tidurku datang sebuah kejadian yang membuatku takut. Hari itu seperti hari-hari biasanya dan aku beraktivitas seperti biasanya ketika itu aku merasa waktu sudah malam dan aku tidur, aku sangat menantikan mimpi yang membuatku lupa akan masalah apapun yang sebelumnya ada. Aku mulai berbaring dikamar diatas tempat tidur yang sangat aku sukai. Mulailah aku mencoba memejamkan mata namun sangat susah terlelap dan sulit untuk benar-benar tidur. Dalam kesulitan tidurku itu entah bagaimana tiba-tiba menjadi gelap, sekeliling pun juga gelap, dari kejauhan samar-samar aku melihat sesosok berbaju warna gelap dan aku masih dalam posisi tidurku, namun mataku terbuka. Sosok itu masih tak terlalu aku perhatikan dan ingin memejamkan mata kembali namun saat ingin memejamkan mata muncul cahaya putih dari belakang sosok itu dan tiba-tiba sosok itu dekat denganku jaraknya sekitar 1 meter dari tubuhku di sebelah kanan, karena ia perlahan mendekat aku jadi penasaran, masih samar-samar aku melihatnya karena gelap dan hanya ada sedikit cahaya putih di belakang tubuhnya tak terlihat jelas siapa sosok itu, lama kelamaan aku penasaran dan aku perhatikan, yang aku tau ketika itu sosok itu seperti seorang lak-laki berpakaian seperti jubah tapi bukan jubah modelnya seperti jaket tapi bukan jaket diatas kepalanya ada penutup seperti topi, tapi bukan seperti topi kebanyakan. Bingung juga aku menafsirkan pakaian yang sosok itu gunakan saat itu, yang jelasnya pakaian yang sosok itu gunakan ternyata berwarna hitam. Sosok itu mendekat tapi tak melihat kearahku ia hanya melihat lurus kedepan dari tubuh sebelah kananku. Aku penasaran dan ingin sekali melihat wajahnya dan aku masih dalam posisi tidur, detik-detik ketika aku ingin sekali melihat wajahnya tiba-tiba sosok itu melihat ke arahku dan entah kenapa bersamaan dengan itu aku merasa sesak sekali, aku tak bisa bernafas, aku sesak dan kesusahan pada saat itu, menyesal rasanya kenapa aku penasaran dengan wajahnya tadi. Disamping itu aku masih dalam keadaan sesak, sakit, bahkan sangat sakit, tak bisa di deskripsikan sakit dan sesaknya, seperti ada yang ingin lepas dari tubuhku. Inginku menjerit dan memanggil ibu atau bapakku atau siapapun yang bisa menolongku tapi sungguh tak bisa sekedar bangun dan bersuara lirih saja tak bisa, menyakitkan sekali bagiku waktu itu, dan ditengah-tengah kesakitan dan kesesakan yang aku rasakan, tiba-tiba sosok itu hilang besamaan dengan rasa sesak dan sakit yang aku rasakan, aku masih bingung dan kembali mencari sosok itu masih dengan posisi tidur menatap ke atap rumah dengan keringat bercucuran. Aku lelah sekali namun aku tetap mencari sosok itu, mataku melihat keatas, ke samping kanan kiri dan kedepan lemari tepat didepan tempat tidurku dimana aku berbaring. Bola mataku terus bergerak dan terus mencari ketika aku melihat kearah kiri tiba-tiba ada sebuah tangan yang sangat besar sangat dekat denganku, tangannya seperti tangan manusia namun lebih besar dan terlihat lebih kuat. Tangan itu sangat dekat telapak tangannya mengarah ke bagian atas tubuhku yaitu kepalaku tapi lebih fokus ke mulutku. Tidak ada yang lain yang aku lihat kecuali hanya tangan itu saja. Seketika itu juga disaat aku melihat ke arah kiri melihat tangan itu aku langsung merasakan apa yang tadi aku rasakan sakit itu kembali datang sesak itu kembali datang, aku sangat merasa tersiksa dan kesakitan, lama sekali tangan itu pergi aku berkata dalam batinku ayo pergilah tangan kenapa ini ? dalam hatiku terus bertanya-tanya sembari merasakan sakit dan sesak yang aku rasakan, sangat sakit dan sesak, muluku terbuka lebar karena kesakitan namun tak bisa bersuara, lalu aku mencoba untuk menyebutkan “lailahailallah muhammadarrasulullah” kalimat syahadat itu yang berusaha aku ucapkan saat itu, walaupun sulit tetap aku berusaha mengucapkannya, ketika aku berusaha mengucapkan kata lailahaillah muhammadarrasulullah” ditengah-tengah kalimat itu seketika aku berpindah, tidak lagi aku berbaring di tempat tidurku yang gelap itu. Aku berada di siang yang cerah dan aku melihat keluargaku, namun hanya ibuku dan kakakku yang terlihat jelas, ada banyak warga yang berkumpul dan ramai sekali didepan rumahku dipinggir jalan. Aku berfikir kenapa ini ? apakah yang terjadi ? aku sangat bertanya-tanya karena aku lihat kakakku sangat panik dan ibuku menangis histeris menatap ke arah jalan, para warga memasang wajah yang sedih. Lama-kelamaan tiba-tiba datang sebuah ambulan berwarna putih menghampiri, hati ini semakin bertanya-tanya kenapa ada ambulan apakah keluargaku ada yang sakit ? bapakku ? adikku ? siapa ?. Ketika itu mulai memerah mataku air mataku sudah berkumpul di pelupuk mataku siap-siap untuk keluar. Ketika itu secara perlahan di keluarkan lah seseorang yang berada didalam ambulan itu oleh petugasnya, tangisan ibuku semakin histeris kakak laki-lakiku juga terlihat menahan air matanya, warga masih menatap sedih dan ada juga yang menangis sambil memperhatikan seseorang yang dikeluarkan itu. Aku pun ikut memperhatikan siapa kira-kira yang di keluarkan dari ambulan dengan posisi terbaring oleh para petugas itu. Setelah seseorang tersebut dikeluarkan dari ambulan dan diturunkan dari ambulan aku terkejut bukan main, air mataku mengalir deras, aku sungguh terkejut ternyata seseorang yang dinanti oleh ibuku, kakakku, keluargaku serta warga-warga yang lain adalah aku. Pantas saja ibuku, kakakku, keluargaku dan warga lain tak ada yang menggubres apa yang aku tanyakan dan lakukan. Sungguh ini adalah kejutan yang membuatku terkejut dan terus bertanya-tanya, aku menangis masih dengan menatap diriku yang terbaring pucat yang diselimuti kain putih, aku gemetar, badanku langsung lemah tak berdaya, aku melihat kesedihan disetiap orang yang ada disana, ingin aku memeluk ibuku yang terus menangis histeris, inginku berkata” ibu aku disini” warga-warga aku disini” tapi mereka tak melihatku aku frustasi, aku menangis, aku menjerit, semuanya aku lakukan agar mereka tahu aku disini. Akhirnya seseorang yang keluar dari ambulan tadi segera dibawa masuk dalam rumahku diiringi dengan keluarga dan para warga. Mereka banyak, mereka ada disini, tapi mereka tak ada yang melihatku sedikitpun, perlahan mereka berlalu dan pergi mengikuti orang yang dibawa kedalam rumahku yang mirip denganku atau mungkin itu adalah aku. Aku masih menatap seseorang yang mirip denganku yang keluar dari ambulan tadi, yang terbaring dengan wajah pucat dan diselimuti dengan kain putih itu. Aku terus menatap dan masih dalam kondisi menangis aku berfikir apakah itu benar-benar aku ? apakah aku meninggal ? apakah aku sudah berpisah dengan keluargaku tanpa permintaan maaf dan kata perpisahan ? benarkah itu semua ? aku terus bertanya kepada diriku sendiri, aku sangat frustasi. Ditengah- tengah aku sedang menangis dan bertanya pada diriku sendiri tiba-tiba aku berpindah lagi, aku berada dalam posisi terbaring lagi di tempat yang gelap lagi, aku terkejut, aku melihat sekeliling dan ini adalah kamarku, ya aku berada didalam kamarku, aku berfikir apa mereka yang membawaku dari ambulan tadi meletakkan aku dikamarku ?, aku melihat sekeliling lagi dan aku bangun terduduk diatas tempat tidurku, aku mencari kain putih yang aku pakai saat keluar dari ambulan tadi. Aku cari dan pegang setiap badanku aku lihat badanku tapi kain putih yang menutup tubuhku tadi tidak ada. Aku kembali melihat sekeliling masih gelap. Aku tambah bingung dan frustasi dan kuputuskan untuk keluar dari kamar untuk bertemu para warga yang ramai-ramai datang kerumahku tadi untuk bertanya. Namun ketika aku keluar aku kaget bukan main tidak ada orang di rumahku, suasana ketika itu sepi tak ada satupun orang. Aku kembali bertanya pada diriku sendiri kemana mereka tadi apakah sudah pulang ? aku bingung, aku pusing setengah mati, apa ini ?


Kira-kira apa ya ?? nyatakah ? Mayakah ??
sekedar info kembali kalo ini adalah kisah nyata ya readers ...
tungguin kelanjutannya ya .. apakah mati beneran ya .. hhe 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal tentang Firewall