Cerita saat jadi Mahasiswa

Sedikit tentang perjalananku ....


kring .. kring .. kring ..

Terdengar bunyi alrm yang ku setel setiap pagi pukul 04.00 WIB, aktivitasku tak terlalu spesial, sama seperti mahasiswa pada umumnya, Bangun, curhat dengan yang Maha Kuasa, merapikan tempat tidur dan tempat tinggal di perantauan. Setelah itu bersiap menunaikan kewajiban yang diamanahkan oleh orang tua di kampus. semua aktivitas itu tak setiap hari aku lakukan karena terkadang setan berbisik lebih kencang dan hati tak bisa melawan. Akhirnya masuk dalam jurang kemalasan. Cita-cita, semua orang punya cita-cita namun cita-citaku selalu berubah mengikuti perkembangan pemikiran. Aku dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana mungkin jauh dari berada. Aku tak punya cita-cita yang tinggi, namun mereka (orang tua) ingin aku lebih dari mereka. Makanya saat ini aku sedang berusaha menjadi anak yang berbakti.Setiap harinya aku menjalankan apa yang menjadi kewajibanku, sesekali aku menyibukkan diri untuk belajar di organisasi. dari jam 8 pagi aku pergi, dan kembali pada malam hari, tak tentu jamnya terkadang masih terbilang malam terkadang terbilang terlalu larut malam. Ada saatnya aku menginap di kampus bersama teman-teman organisasi hanya untuk menghibur mahasiswa lain yang jika di fikir untuk apa melakukan itu. tidak ada untungnya sama sekali yang ada malah rugi materi. Dalam fikiran orang-orang mungkin aku melakukan hal-hal negatif, dan aku membiarkan itu karena tujuanku satu, belajar dan aku mencoba tak peduli kata mereka.Dalam suasana tempat tinggal aku seperti mahasiswa pada umumnya yang ngekos, terkadang susah untuk makan. sering kehabisan uang jajan dan beban-beban tugas lain yang terkadang menumpuk secara bersamaan. Stres karena beban fikiran sudah biasa aku alami, sampai tubuhku kurus kering tak  ada lagi daging. Sebenarnya aku sering merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugasku baik tugas sebagai mahasiswa atau tugas lainnya. Namun banyak yang tak tahu itu. 
Dalam perjalanku sudah tak kuingat lagi bagaimana kronologi kejadiannya sampai aku bisa pada titik ini. Namun ada sedikit rasa yang masih nyata. Rasa apa ??. Rasa yang mengajarkanku segalanya. Tentang perjuangan dan tentang pengorbanan. Betapa kita harus berjuang dengan hati yang lapang, ikhlas melakukan apapun demi satu kebaikan, dalam berjuang pasti selalu ada pengorbanan yang mengiringi sehingga semua itulah yang menjadi pengalaman sehingga ku jadikan sebuah pelajaran. 


Aku hanya ingin berbagi karena terkadang mulutku tak sanggup berucap sendiri, sehingga tanganku lengkap dengan jemarinya membantuku mencurahkan isi hati ..
intinya dalam perjalanan hidup tak akan manis bila tak ada perjuangan dan pengorbanan ....

Komentar

Postingan populer dari blog ini